Lasem (9/10) SMP Negeri 1 Lasem mendapat kunjungan dari para pengrajin batik tulis di Lasem dan Pancur. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi dengan tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMP egeri 1 Lasem yang telah berhasil menciptakan inovasi baru berupa alat pengolahan limbah batik yang diberi nama LAFIBIOL.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang keterampilan tersebut, tim KIR Ritula memaparkan proses pembuatan, cara kerja, serta manfaat penggunaan alat lafibiol bagi pengrajin batik dalam mengolah limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. Para pengrajin yang hadir tampak antusias mendengarkan paparan materi dari para siswa dan memberikan berbagai pertanyaan serta masukan untuk mengembangkan alat tersebut.

Para pengrajin batik tertarik membeli alat filtrasi lafibiol untuk digunakan di tempatnya. Keunggulan produk atau alat limbah ramah lingkungan ini terdapa pada penggunaan limbah sisik ikan yang mengandung kolagen. Kolagen berfungsi untuk mengabsorbsi zat kimia dari limbah batik. Selain itu, alat dan bahan uang digunakan sangat sederhana seperti ember cat bekas, kerikil dan pasir.

Pada pertemuan kali ini, sekolah juga mendapat apresiasi dari pengrajin batik tulis dan BPC Asephi Rembang guna penelitian lebih lanjut. “kunjungan ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara generasi muda dan para pelaku usaha batik Lasem. Melalui diskusi ini, diharapkan tercipta kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di bidang industri batik yang menjadi ciri khas Lasem”, tutur Estu Budi Winarni, S.Pd. selaku kepala SMP Negeri 1 Lasem. (Tim Jurnalistik Ritula)